Tips Berkendara Aman di Malam Hari

Tercatat, angka kecelakaan lalu lintas 40 hingga 50%  terjadi pada malam hari. Banyak para pengendara, perjalanan di malam hari sangat berbahaya. Risikonya lebih besar ketimbang pagi, siang atau sore.

Tapi berbeda dengan para sopir yang memang sudah terbiasa dan menjadi kewajiban ketika harus melakukan perjalanan di malam hari. Misalnya sopir bus, truk atau angkutan operasional lainnya. Selain terlatih, mereka juga sudah terbiasa membawa kendaraan di situasi yang gelap.

sewa mobil palembang, rental mobil palembang, rent car palembang indonesia, sewa mobil palembang indonesia, Rental mobil bulanan Palembang, Rental mobil Palembang Murah

Berbeda ketika melakukan perjalanan di perkotaan. Suasana kota tak segelap wilayah lain. Penerangan yang bagus cukup membantu para pengemudi melakukan aktivitasnya. Namun tak sedikit juga terpaksa membawa mobil di malam hari. Karena ada keperluan mendesak.

Bagi yang sudah terbiasa berkendara di gelapnya malam bakal menemukan banyak fotomorgana. Misalnya ada bayangan orang lewat, binatang melintas di tengah jalan atau benda lain yang seolah menghalangi lalu lintas, padahal sebenarnya tidak ada sama sekali.

Menyalakan lampu
Saat ini ada peraturan tertentu yang diterapkan Polri, tapi hanya bagi kendaraan beroda dua saja, yakni menyalakan lampu 24 jam. Di beberapa negara lain, tak hanya motor, tapi mobil juga diberlakukan aturan yang sama untuk menyalakan lampu kendaraannya beberapa jam sebelum gelap datang.

Misalnya, di negara bagian Amerika Serikat, California. Lampu depan kendaraan bermotor harus dinyalakan mulai satu setengah jam sebelum matahari terbenam sampai dengan satu setengah jam setelah matahari terbit.Karena berkendara tanpa menyalakan lampu depan di sore dan pagi hari, adalah tindakan melawan hukum.

Tidak ngebut
Berkendara di malam hari memaksa pengemudi untuk tidak memacu mobilnya dengan kcepatan tinggi. Secara intuisi seorang pengemudi akan sadar bahwa dengan ngebut malaikat maut bakal cepat menjemput.

Tapi jangan heran ketika di jalan tol Trans Jawa atau Sumatera, justru kendaraan-kendaraan besar seperti bus melaju kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Selain dituntut untuk segera sampai tujuan, mereka juga dikejar setoran. Meski tindakan ini tidak dibolehkan, namun nyatanya situsi seperti itu tak terelakkan.

Tak hanya kendaraan bus saja, mobil-mobil pribadi pun terlihat memacu dengan kecepatan di atas 150 Km perjam. Tentu saja ini berisiko sangat tinggi.

Banyak alasan mengapa pengendara mobil pribadi ngebut di tol dan malam, salah satunya memacu adrenalin. Memacu mobil kencang di malam hari menjadi tantangan, bahkan seru, seolah sedang balapan. Padahal seharusnya ini tidak perlu dilakukan.

Tapi yang pasti ditegaskan, jangan ngebut. Ini cara paling elegan dengan mengurangi kecepatan. Jangan segan untuk menurunkan kecepatan di ambang batas kecepatan kalau memang tak mampu melihat jauh di depan Anda, terutama saat berkelok atau jalan menanjak. Mengalah adalah lebih baik.

Biarkan kendaraan lain lewat, tahan emosi dan jangan merasa bahwa kendaraan yang Anda kemudikan lebih garang bila dipacu kencang.

Hindari Mabuk
Mabuk perjalanan sudah menjadi hal umum. Bukan saja bagi pengendara. Tapi juga mereka yang duduk di belakang pengemudi. Mabuk dalam arti tak hanya terpengaruh minuman beralkohol semata. Tapi pengaruh cuaca dan kondisi dingin atau panas di dalam mobil.

Bila mambuk alkohol, berpotensi pada sikap pengemudi menjadi ugal-ugalan. Jadi waspadalah selalu terhadap pengemudi dalam kondisi mabok. Hindari agar ia tak membawa kendaraan.

Terutama di saat weekend. Bakal banyak  pengemudi mabuk dibanding malam hari biasa karena orang cenderung memulai akhir minggu mereka dengan sedikit minum minuman keras.

Istirahat.
Mengemudi adalah pekerjaan yang melelahkan. Apalagi di malam hari. Di siang hari bisa lelah karena lalu lintas padat. Di malam hari, lelah karena bisa faktor tertentu. Misalnya kantuk menyerang dan membuat Anda tidak tahan berkendara. Dengan kondisi lelah dan mengantuk membuat risiko kecelakaan semakin tinggi.

Hewan
Sesuatu yang lumrah menemui binatang melintas saat berkendara malam hri. Mulai tikus, ular, kucing dan banyak lagi. Terutama ketika berkendara di wilayah pedesaan. Dengan kondisi pencahayaan rendah, sopir kerap kali dikejutkan dengan binatang ternak milik warga yang melintas.

Yang bisa membahayakan bukan karena besar atau kecilnya hewan yang melintas. Namun Anda bisa saja tanpa sadar terkejut dengan kehadiran hewan tersebut. Sehingga membuat Anda spontan banting stir. Akibatnya bisa fatal. Perlu konsentrasi penuh saat melalui daerah gelap yang penerangannya minim, bahkan tak ada sama sekali.

Salah satu trik ampuh mengetahui ada binatang di depan sana adalah dengan mewaspadai retina mata mereka. Meski biasanya sulit atau bahkan mustahil melihat tubuh binatang sebelum berada pada jarak jangkauan lampu mobil, Anda sering kali dapat melihat kilauan mata mereka jauh sebelum itu. Jika Anda melihat sepasang titik berpendaran di kegelapan malam, jauh di depan, segera turunkan kecepatan.

 

sewa mobil palembang, rental mobil palembang, rent car palembang indonesia, sewa mobil palembang indonesia, Rental mobil bulanan Palembang, Rental mobil Palembang Murah